• Informasi : Nomor telepon KKI yang dapat dihubungi adalah 021-31923198. Untuk informasi STR tekan 2, informasi Adaptasi dan Alih Iptek tekan 3, informasi Certificate of Good Standing (CoG) tekan 4, informasi pengaduan dugaan pelanggaran disiplin kedokteran tekan 5, dan untuk operator tekan 0. Informasi terkait STR dokter dan dokter gigi dapat menghubungi nomor whatsapp di 0811 1310 2211 & 0811 1310 2210. Pegawai Sekretariat KKI tidak menerima pemberian gratifikasi berupa apapun - Informasi : Proses STR paling lama 14 (empat belas ) hari kerja sejak berkas disetujui. Terima Kasih. •
 

Surat Edaran Nomor HK.02.03/4/KKI/III/0950/2020

02 April 2020 00:00:00


Surat Edaran Nomor HK.02.03/4/KKI/III/0950/2020

Yang terhormat,

  1. Dokter dan Dokter Gigi
  2. Relawan Dokter dan Dokter Gigi
  3. Pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan

di Seluruh Indonesia

 

SURAT EDARAN

NOMOR HK.02.03/4/KKI/III/0950/2020

TENTANG

PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN DOKTER DAN DOKTER GIGI

DALAM PENANGANAN PASIEN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN

PADA MASA DARURAT BENCANA WABAH PENYAKIT

AKIBAT CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) DI INDONESIA

 

Konsil Kedokteran Indonesia memiliki fungsi pengaturan, pengesahan, penetapan, serta pembinaan Dokter dan Dokter Gigi yang menjalankan praktik kedokteran, dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan medis. Fungsi tersebut dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.

Surat Edaran ini dimaksudkan untuk memberi penjelasan mengenai pelaksanaan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 29 tahun 2004 sebagaimana tersebut di atas, khususnya bagi pelaksanaan praktik kedokteran yang profesional oleh seluruh tenaga medis dalam rangka peningkatan kesiapsiagaan dan penanganan pasien Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Mengingat ketentuan:

  1. Undang-Undang  Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4431);
  2. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);
  3. Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan kesehatan (Lembaran Negara Tahun 2018 Nomor 128, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6236);
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 40 tahun 1991 tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular;
  5. Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19); 
  6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 01.07/Menkes /104/2020 tentang Penetapan Infeksi Novel Coronavirus (Infeksi 2019-nCoV) Sebagai Penyakit Yang Dapat Menimbulkan Wabah Dan Upaya Penanggulangannya;
  7. Surat Keputusan Kepala BNPB Nomor 13 A tahun 2020 tentang Masa Perpanjangan Kondisi Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia.

KKI sangat menghargai kontribusi dari para Dokter dan Dokter Gigi yang terus membaktikan diri untuk tujuan kemanusiaan di tengah wabah bencana penyakit akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dengan tetap memperhatikan berbagai pedoman dan panduan dari Pemerintah dan/atau organisasi profesi kedokteran yang telah disebarluaskan terkait praktik kedokteran oleh Dokter dan Dokter gigi dalam menanggulangi wabah penyakit akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia, self awareness bagi seluruh dokter dan dokter gigi, serta untuk memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), maka disampaikan hal-hal sebagai berikut:

A. Kepada Dokter dan Dokter Gigi,  agar:

  1. Senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjalankan praktik kedokteran dengan menjaga profesionalisme dan tradisi luhur profesi kedokteran dan kedokteran gigi serta tetap mengupayakan perlindungan pada pasien dan keselamatan diri.
  2. Dokter dan dokter spesialis-subspesialis yang berhubungan dengan Pneumonia mengambil peran utama di bidang kuratif dan rehabilitatif  dalam penanganan pasien Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), dan KKI menghimbau agar Dokter dan Dokter Gigi mengaktifkan tugas promotif dan preventif  pada masyarakat dan pihak-pihak terkait sebagai upaya peningkatan kesiapsiagaan dan penanggulangan wabah penyakit akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
  3. Menjalankan praktik kedokteran sesuai dengan standar profesi dengan memperhatikan aspek keselamatan diri, dan keselamatan pasien dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD).
  4. Meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan pasien secara profesional sesuai dengan standar  dalam upaya pertolongan pasien agar tidak mengakibatkan risiko pada dirinya dan pada keluarga atau pasien lain.
  5. Melakukan edukasi kepada pasien untuk menunda berobat ke Dokter dan Dokter Gigi, bila masih bisa ditunda untuk mengurangi risiko penularan.
  6. Menghindari segala hal yang menimbulkan perpindahan virus sebagaimana karakteristik Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)  yang telah diketahui, termasuk isolasi diri apabila telah kontak dengan Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan/atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
  7. Memberi pemahaman kepada keluarga dan orang disekitar untuk selalu melakukan physical distancing.
  8. Selalu memperhatikan Pedoman dan Panduan penanggulangan wabah penyakit akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dari Pemerintah dan/atau organisasi profesi kedokteran/kedokteran gigi yang sudah diedarkan.  

 

B. Kepada Relawan/Volunteer penanggulangan wabah penyakit akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dokter, dokter gigi, dokter spesialis, dokter spesialis-subspesialis, dokter gigi spesialis yang menjadi relawan untuk menangani pasien Infeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR).

 

C. Kepada Pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan, agar :

  1. Memastikan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD), terutama untuk yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensife Care Unit (ICU), Ruang Isolasi, Laboratorium, Ruang Radiologi, Kamar Jenazah dan pelayanan berisiko lain sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan baik oleh Tim Penanggulangan Tanggap Darurat Bencana dari berbagai profesi terkait.
  2. Menentukan kewenangan klinis dokter, dokter spesialis, dokter spesialis-subspesialis untuk menjadi dokter penanggung jawab penanganan pasien Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di fasilitas pelayanan kesehatan sesuai kompetensinya, dengan kompetensi tambahan penatalaksanaan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), berdasarkan modul tambahan yang diberikan oleh Kolegium masing-masing.
  3. Membatasi pelayanan yang masih bisa ditunda, sebagaimana panduan yang sudah diedarkan oleh masing-masing profesi.
  4. Memfasilitasi kondisi pelayanan di RS agar prinsip menjaga jarak (physical distancing) bagi para pengunjung/petugas dapat dilaksanakan.
  5. Memberi edukasi terus menerus, melalui media komunikasi RS tentang penggunaan masker, cuci tangan memakai sabun atau hand sanitizer, dan physical distancing.
  6. Membuka jalur komunikasi online untuk konsultasi Dokter dan Dokter Gigi yang bukan gawat darurat.

Berkaitan dengan hal-hal tersebut di atas, guna mendukung penanggulangan wabah penyakit akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, agar Surat Edaran ini dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

 

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 31 Maret 2020

KETUA KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA,

 

BAMBANG SUPRIYATNO

Tembusan:

  1. Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
  2. Menteri Pendidikan Kebudayaan Republik Indonesia.
  3. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
  4. Ketua PB IDI.
  5. Ketua PB PDGI.
  6. Ketua ARSPI
  7. Ketua ARSGMP
  8. Ketua  PP PERSI
  9. Ketua MKKI
  10. Ketua MKKGI
  11. Ketua AIPKI
  12. Ketua AFDOKGI

https://drive.google.com/open?id=1tXp3tPGJWdZLHFK6Zp75_w0zVLIFHH4A

Dibaca : 6022 kali | Sumber : Humas KKI | File :

Share |

Berita Lainnya

21 November 2013 13:14:58
21 November 2013 00:00:00
02 September 2013 00:00:00
02 September 2013 00:00:00