• Informasi : Nomor telepon KKI yang dapat dihubungi adalah 021-31923191 dan 021-31923193. Untuk informasi STR tekan 2, informasi Adaptasi dan Alih Iptek tekan 3, informasi Certificate of Good Standing (CoG) tekan 4, informasi pengaduan dugaan pelanggaran disiplin kedokteran tekan 5, dan untuk operator tekan 0. Informasi terkait STR dokter dan dokter gigi dapat menghubungi nomor whatsapp di 0811 1310 2211 & 0811 1310 2210. Pegawai Sekretariat KKI tidak menerima pemberian gratifikasi berupa apapun - Informasi : Proses STR paling lama 14 (empat belas ) hari kerja sejak berkas disetujui. - Kepada yang terhormat para stakeholder KKI dan peserta Pertemuan Diseminasi Regulasi KKI di Bogor 1 -2 November 2018, kami sampaikan bahwa bahan dan materi dapat diunduh dengan masuk ke menu informasi lalu memilih E-Book. Terima Kasih. •
    + Peta Situs   + Kontak   + Bahasa   Indonesia   English
 
Home » INFORMASI » Berita
 

Bimbingan Teknis Peningkatan Pemahaman Profesionalisme Dokter dan Dokter Gigi di Ternate Maluku Utara

13 September 2018 00:00:00


Bimbingan Teknis Peningkatan Pemahaman Profesionalisme Dokter dan Dokter Gigi di Ternate Maluku Utara

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma, M.Kes dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan berterima kasih atas kehadiran Divisi Pembinaan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), pada hari Jumat (7/9) di Aula Dinas Kesehatan jalan Batu Bagus Kelurahan Akehuda, Ternate Utara. “Ini merupakan suatu kesempatan yang diberikan kepada Kota Ternate untuk menimba ilmu pengetahuan dan menambah wawasan berkaitan dengan pelayanan praktik kedokteran sebagai upaya pembinaan keprofesian”, ungkap dr. Fathiyah dalam kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Pemahaman Profesionalisme Dokter dan Dokter Gigi yang dilakukan oleh Konsil kedokteran Indonesia (KKI). Pertemuan diharapkan menghasilkan beberapa komitmen penting berkaitan dengan pengembangan keprofesian dokter dan dokter gigi di  Provinsi Maluku Utara khususnya kota Ternate.

“Pelayanan praktik kedokteran dapat menimbulkan bahaya, oleh karena itu dokter dan dokter gigi sebagai pelaku pelayanan harus diregulasi”, kata Prof. Dr. dr. Herkutanto, Sp.F (K), LLM, FACLM (Ketua Divisi Pembinaan Konsil Kedokteran) ketika menyampaikan materi Etik dan Profesionalisme dalam Melakukan Praktik Kedokteran. KKI diamanahkan oleh Undang Undang Praktik Kedokteran untuk melindungi masyarakat agar para dokter yang memberikan pelayanan kepada masyarakat adalah dokter dan dokter gigi yang profesional. Caranya dengan melakukan penapisan yaitu memberikan Surat Tanda Registrasi (STR) kepada  dokter dan dokter gigi yang kompeten, bermutu dan profesional. “Melakukan praktik kedokteran bukan hak tetapi merupakan privilege (hak istimewa)”, ungkap Prof. Herkutanto. Dalam etika kedokteran, dokter harus menjaga moralitas, privilege status-nya dan melakukan praktik kedokteran dengan baik. Selain itu dokter harus mengutamakan kesejahteraan pasien dan juga menjaga kesehatannya sendiri.

“Berdasarkan perspektif konsumen, satu-satunya layanan yang tidak disukai oleh konsumen adalah layanan kesehatan”, ungkap Dra.Indah Suksmaningsih, MPM (Anggota Divisi Pembinaan Konsil Kedokteran) ketika menyampaikan materi Hubungan Kemitraan Dokter dengan Pasien. Yang dibutuhkan dalam hubungan dokter – pasien adalah trust. Dokter harus mampu membuat pasien percaya (how to believe) terhadap tindakan yang dilakukannya, bukan mengajak pasien untuk berpikir ( how to think) tentang penyakit yang dideritanya. Hal lain yang perlu diketahui oleh seorang dokter yaitu yang berkaitan dengan sosiobudaya pasien. Ada 4 permasalahan yang dihadapi dalam hubungan dokter pasien yaitu yang berkaitan dengan  product knowledge, bisnis proses, infrastruktur  dan sumber daya manusia.

“Komunikasi efektif merupakan kunci utama dalam membangun hubungan antara dokter dan pasien”, kata Dr. Mona Leila Ganiem, S.Pd, M.Si (Anggota Divisi Pembinaan Konsil Kedokteran Gigi) dalam penyampaian materi tentang Komunikasi Efektif dalam Praktik Kedokteran. Dugaan malpraktik yang disampaikan oleh masyarakat ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran (MKDKI) sebagian besar adalah yang berkaitan dengan kegagalan dalam berkomunikasi. Didalam komunikasi, yang perlu diperhatikan oleh seorang dokter yaitu kata-kata, ekspresi wajah, gerak tubuh (body language), tekanan suara dan pilihan kata. Yang dibutuhkan pasien bukan hanya high technology tetapi juga high touch, pasien membutuhkan dokter yang baik dan pintar.

Dibaca : 2478 kali | Sumber : Humas KKI | File :

Share |

Berita Lainnya
27 September 2018 00:00:00

Kunjungan The Korean Medical Association

21 September 2018 00:00:00

Informasi Aplikasi SIMPONI

 1 2 3 >  Last ›


 



KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA
Jl. Teuku Cik Ditiro No 6 Gondangdia, Menteng, Jak.Pusat 10350
Telpon : 021-31923193 Fax 021-31923186