• Informasi : Nomor telepon KKI yang dapat dihubungi adalah 021-31923198. Untuk informasi STR tekan 2, informasi Adaptasi dan Alih Iptek tekan 3, informasi Certificate of Good Standing (CoG) tekan 4, informasi pengaduan dugaan pelanggaran disiplin kedokteran tekan 5, dan untuk operator tekan 0. Informasi terkait STR dokter dan dokter gigi dapat menghubungi nomor whatsapp di 0811 1310 2211 & 0811 1310 2210. Pegawai Sekretariat KKI tidak menerima pemberian gratifikasi berupa apapun - Informasi : Proses STR paling lama 14 (empat belas ) hari kerja sejak berkas disetujui. Terima Kasih. •

• Informasi : Nomor telepon KKI yang dapat dihubungi adalah 021-31923198. Untuk informasi STR tekan 2, informasi Adaptasi dan Alih Iptek tekan 3, informasi Certificate of Good Standing (CoG) tekan 4, informasi pengaduan dugaan pelanggaran disiplin kedokteran tekan 5, dan untuk operator tekan 0. Informasi terkait STR dokter dan dokter gigi dapat menghubungi nomor whatsapp di 0811 1310 2211 & 0811 1310 2210. Pegawai Sekretariat KKI tidak menerima pemberian gratifikasi berupa apapun - Informasi : Proses STR paling lama 14 (empat belas ) hari kerja sejak berkas disetujui. Terima Kasih. •


Pertemuan Konsolidasi Konsil Kedokteran Indonesia

01 Desember 2020 00:00:00


Pertemuan Konsolidasi Konsil Kedokteran Indonesia

Sekretaris Jenderal (Sekjen), Kementerian Kesehatan, drg. Oscar Primadi, MPH, membuka secara resmi Pertemuan Konsolidasi Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang bertujuan meningkatkan dan menjaga profesionalisme Dokter dan Dokter Gigi dalam melaksanakan Praktik Kedokteran dengan Berbasis Teknologi Terbaru, di Palembang, tanggal 27 November 2020.

Sekjen Oscar yang kali ini mewakili Menteri Kesehatan menyampaikan bahwa perkembangan teknologi terbaru khususnya teknologi informasi dan komunikasi yang pesat, diharapkan dapat meningkatkan integrasi dan interoperabilitas data sehingga validitas data dokter dan dokter gigi di Indonesia menjadi lebih baik. Hal ini selaras dengan kebijakan pemerintahan berbasis elektronik untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya.

Sambungnya, data mengenai dokter dan dokter gigi di Indonesia saat ini masih terfragmentasi di beberapa Kementerian/Lembaga/Organisasi, sehingga masih dibutuhkan upaya integrasi data untuk mendapatkan data yang lebih valid, menyeluruh dan mudah diakses.

Ketua KKI dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Ketua I, drg. Andriani, Sp.Ort, FICD, menyampaikan institusi yang saling terkait dalam pelaksanaan kewenangan untuk penerbitan STR dan SIP perlu berkolaborasi sehingga memudahkan pelaksanaan pembinaan dan pengawasan  Dokter dan Dokter Gigi. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab atas pelaksanaan kewenangannya masing-masing. Melalui integrasi data STR dan SIP, maka akan mempermudah institusi dalam melaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan bagi institusi yang terkait, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan praktik kedokteran.

Pertemuan ini dihadiri oleh 77 (tujuh puluh tujuh) peserta yang berasal dari Kementerian Kesehatan, Konsil Kedokteran Indonesia, Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia, Dinkes Provinsi/Kabupaten, Fasilitas Pelayananan Kesehatan (rumah sakit vertikal, daerah, dan swasta), Organisasi Profesi (IDI Cabang dan Pengurus Wilayah) dan Sekretariat KKI.

Dibaca : 613 kali | Sumber : Humas KKI | File :

Share |

Berita Lainnya

17 Januari 2021 00:00:00
21 Desember 2020 00:00:00
18 Desember 2020 00:00:00
08 Desember 2020 00:00:00